Tampilkan postingan dengan label Kamut Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kamut Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Rabu, 14 Maret 2018
Senin, 12 Maret 2018
Rabu, 07 Maret 2018
Dear Hujan, OPPA S-A
Apa dia tidak tau apa,
aku memikirkannya beberapa hari ini
Aku bahkan tidak bisa tidur dengan tenang karena memikirkannya
Aku terbangun ditengah malam dan masih saja memikirkannya
Hingga aku merasa pusing dan kesal sendiri
Dan .....
Seberapa banyak aku pusing karenanya
Seberapa banyak aku kesal padanya
TETAP saja aku memikirkannya
TETAP saja aku merindukannya
aku memikirkannya beberapa hari ini
Aku bahkan tidak bisa tidur dengan tenang karena memikirkannya
Aku terbangun ditengah malam dan masih saja memikirkannya
Hingga aku merasa pusing dan kesal sendiri
Dan .....
Seberapa banyak aku pusing karenanya
Seberapa banyak aku kesal padanya
TETAP saja aku memikirkannya
TETAP saja aku merindukannya
Dear Hujan "Are You The Same Person That I Ever Meet Before ?!"
Tadinya, aku pikir kk akan
menghubungiku setelah era jokowi berakhir
Makanya, kemaren, ketika kk
menelpon, aku ampe bingung + terharu + tersanjung, maksudnya, kok biso, seorang
SEPTA ADRIANTO yang waktunya sangat berharga tiba-tiba menelpon aku yang BUKAN
SIAPA-SIAPA, aku jadi bertanya-tanya, KENAPA? Apa ada masalah dengan
pekerjaannya?
Kk tau
Aku kehilangan kata-kata untuk
mengggambarkan betapa hebatnya kk
Saking sibuknyo
Saking capeknyo
Saking lelahnyo
Idak sms aku
Idak telpon aku
Idak inbok aku
Aku inbok jam berape kk bace jam
berape
Sampai-sampai kk idak punyo lagi
waktu buat balas sms aku
Sampai-sampai kk idak punyo lagi
waktu buat balas inbok aku
Sampai-sampai aku berpikir kk sedang menyingkirkan aku
Sampai-sampai aku berpikir kk sedang menyingkirkan aku
Tapi.....tenang saja
Aku mulai TERBIASA
Aku SUKA gaya kk
Suka sekali
Sangat sangat suka
Lanjutkan
Teruskan
Semangat
Selasa, 06 Maret 2018
Dear Hujan, kau mengikutiku kemana pun aku seperti bayangan setiap hari
Aku berlebihan sekali
Kenapa aku jadi seperti ini
Kenapa aku menjadi seperti CEO
Kim Joo Won & Senior Gil Ra Im
Secret Garden???
Kenapa aku menjadi seperti CEO
Kim Joo Won yang melihat Ra Im dimana-mana bahkan ketika menutup matapun Ra Im
masih ada, ketika berjalan senior ra im juga ada, poko’nya semua aktivitasnya
terganggu karena kehadiran senior Gil Ra Im.
Bukan kah sebelumnya akulah yang
memintanya untuk tidak terlalu sering menelponku, kenapa sekarang aku malah .......
ya allah aku sungguh tidak mengerti
Bukan kah sebelumnya akulah yang
memintanya untuk kalo bisa sebulan sekali saja menelponku, kenapa sekarang aku
malah ....... ya allah sekali lagi aku sungguh tidak mengerti
Bukan kah sebelumnya akulah yang
memintanya untuk tidak terlalu sering menghubungiku, mengirim pesan padaku, dll
tapi kenapa sekarang aku malah ........ ya allah, aku, tolonglah aku
Apa aku harus seperti CEO Kim
yang tiap kali mengingat senior Ra Im dia membacakan mantranya
[ Kim Su Han Mu keobugi wa durumi samcheongabja Dong Bang Sak Chichikapo Sarisarisenta Woriwori Sepeurikang Mudusella gureumi heorikein dambyeorak seosaengwon goyangi badukineun Doldori ]
ada hal-hal yang dikatakan hanya
fantasi
yaitu hal-hal yang jauh dari kita
seperti halnya bintang
biasanya orang yang terlalu indah,
mereka juga akan menghilang dengan mudah
dan kini kusadari dia benar-benar indah
dan betapa jauhnya dia dariku
dan kini kusadari dia benar-benar indah
dan betapa jauhnya dia dariku
Jika aku mengambil selangkah
mendekat padamu,
kau mengambil dua langkah menjauh
“Kau terus saja muncul dalam pikiranku, meskipun aku tidak melihatmu, sepertinya kau ada bersamaku, jadi apa yang harus aku lakukan?”
Minggu, 04 Maret 2018
Dear Hujan, Mianhe, Loading....30, Memories of dK
03.03.2018
04.03.2018
9.58 am
aku minta maaf
aku sungguh minta maaf ya kk
maaf yang banyak sekali
hingga aku merasa malu mengatakannya
maaf yang banyak sekali
sampai aku ingin menangiss karenanya
aku minta maaf karena aku tidak bisa membantu kk menabung
aku minta maaf karena tidak bisa meringankan beban keuangan yang harus kk tanggung
aku malu sekali MENYADARI bahwa aku, memiliki banyak sekali kekurangan
aku takut sekali, bila aku hanya akan menjadi beban buat kk nantinya
aku takut meminta lebih pada Allah
karena aku tau
karena aku takut
aku tak cukup baik untuk mendampingi kk
maaf...
04.03.2018
9.58 am
aku minta maaf
aku sungguh minta maaf ya kk
maaf yang banyak sekali
hingga aku merasa malu mengatakannya
maaf yang banyak sekali
sampai aku ingin menangiss karenanya
aku minta maaf karena aku tidak bisa membantu kk menabung
aku minta maaf karena tidak bisa meringankan beban keuangan yang harus kk tanggung
aku malu sekali MENYADARI bahwa aku, memiliki banyak sekali kekurangan
aku takut sekali, bila aku hanya akan menjadi beban buat kk nantinya
aku takut meminta lebih pada Allah
karena aku tau
karena aku takut
aku tak cukup baik untuk mendampingi kk
maaf...
#aboutSeptaAdriantoduricity
#edisibaperabizzzz
#sensileveltinggi
#diatasnormal
#pagaralamcity
listeningRabu, 28 Februari 2018
Puisi Judul : Guru
GURU
Karya : Halimatu Syifa
Guru kau segalanya bagiku
Dihariku dipenuhi dengan
bimbinganmu
Hatiku kau penuhi dengan nasehatmu
Aku bagaikan go’a yang gelap gulita
sunyi dan menyeramkan
Tapi ketika kau beri aku ilmu
Dengan cahaya yang menerangi go’a
itu dan indah
Cahaya itu merubah go’a itu semula
gelap menjadi terang
Semula sunyi menjadi ramai
Semula seram menjadi menyenangkan
Guru dengan bimbinganmu lah dan
nasehatmu
Bisa merubah muridmu
Semula bodoh menjadi pintar
Guru tiada yang dapat mengalahkan cahayamu
Karena
guru adalah nomor satu
Senin, 19 Februari 2018
ISTIDRAJ "TIDAK/ JARANG SHALAT, TIDAK / JARANG PUASA, TIDAK / JARANG SEDEKAH, SERING MAKSIAT NAMUN REZEKI MENGKILAT DAN MENGALIR DERAS, LANCAR TANPA HAMBATAN"
Istidraj Adalah Ketika
seseorang diberi nikmat berupa rizki yang melimpah, kesenangan hidup, kesehatan
yang terus menerus, panjang umur dan sebagainya. Namun dengan nikmat tersebut
dia semakin jauh dengan Allah SWT.
Istidraj adalah nikmat yang diberikan Allah kepada seorang hamba agar membuatnya
semakin jauh dari Allah. Nikmat dunia yang disegerakan namun adzabnya dikemudiankan.
“Barangsiapa
menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada
mereka balasan amal perbuatan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di
dunia itu tidak akan dirugikan. Merekalah orang-orang yang di akhirat (kelak)
tidak akan memperoleh (balasan) kecuali neraka dan lenyaplah apa (amal
kebaikan) yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah
mereka lakukan” (QS Huud: 15-16).
Rasulullah Shallallahu’alaihi
Wasallam yang
bersabda: “Barangsiapa yang (menjadikan) dunia
tujuannya maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kefakiran
(kemiskinan) menghantui kedua matanya, padahal dia tidak
akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan
baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niatnya maka Allah akan
menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam
hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak
bernilai di hadapannya)
Istidraj : Mereka adalah orang2 yang sangat takut miskin mereka
takut hartanya akan habis jika disedekahkan.
“Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan
kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan
untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya)
lagi Maha Mengatahui,” (QS. Al-Baqarah : 268)”
Istidraj : Mereka berpikir dan memiliki pandangan sendiri tentang definisi miskin, padahal Miskin itu bukan aib, miskin itu bukan
sesuatu yg tercela, miskin juga bukan kutukan Itu merupakan bagian dari
sunnatullah.
“Dan
sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan,
kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada
orang-orang yang sabar” (Al-Baqarah: 155)
sudah menjadi ketetapan Allah bahwa seorang mukmin yang beriman, seorang yang shaleh akan diuji keimanannya akan diuji keshalehannya, yaitu dengan sedikit rasa khawatir dan kekurangan harta.
karena Allah senang ketika seorang hamba sering berdo'a dan menangis meminta ampunan padaNya, karena Allah ingin sang hamba datang kembali padaNya dengan merendah. Ujian itu adalah salah satu bentuk perhatian Allah kepada hambaNya dan ujian itu diberikan sesuai dengan kemampuan dan kesanggupan hambaNya.
Istidraj : Mereka juga sangat takut kehilangan pujian dari
manusia padahal pujian manusia adalah seburuk-buruk pujian.
Dari Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan bahwa ada
orang yang memuji temannya yang ada disamping Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Celakalah engkau,
kau telah menggorok leher saudaramu. Kau telah meggorok leher saudaramu!”.
Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan bahwa Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar ada orang yang memuji saudaranya dengan
sangat berlebihan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Kalian
telah mematahkan punggung saudara kalian (kalian telah membinasakannya).” [HR.
Bukhari Muslim ).
Ibnu
‘Ajibah mengatakan, “Janganlah engkau tertipu dengan pujian orang lain yang
menghampirimu. Sesungguhnya mereka yang memuji tidaklah mengetahui dirimu
sendiri kecuali yang nampak saja bagi mereka. Sedangkan engkau sendiri yang
mengetahui isi hatimu.
semoga kita tidak termasuk orang-orang seperti itu, semoga Allah masih memberikan rahmat-Nya kepada kita, amin
Senin, 18 September 2017
MENAWAN HATI SUAMI = "Sambut Mesra Suami Saat Pulang Kerja"
Seharian bekerja di luar rumah membutuhkan energi luar
biasa. Bukan hanya soal jalanan yang macet dan panas luar biasa, namun juga
kondisi pekerjaan dan bisnis yang selalu memunculkan tantangan-tantangan baru.
Setiap tantangan rentan membuat otak berkerut, kepala berdenyut dan tentu saja
wajah cemberut. Karenanya saat pulang biasanya menjadi momentum yang
dirindukan, bayangan anak istri menyambut hangat sudah menghilangkan separuh
penat yang tercipta seharian.
Lantas bagaimanakah seorang istri cerdas memahami hal ini ?
Lalu segera bersiap untuk membuat program penyambutan suami yang istimewa ?
Di
luar banyak godaan dan cobaan, jangan sampai menyambut suami dengan daster dan
masker, plus bau trasi yang tentu sungguh akan mengecewakan dan mengacaukan isi
hati suami hehehe
Mari mengambil inspirasi dari sebuah kisah islami yang
menggugah. Syaikh Muhammad Utsman al-Khusyt dalam Al-Masyakil Az-Zaujiyah wa
Hululuha menuliskan kisah tersebut.
Ini adalah kisah dari Rasullah kepada para sahabatnya.
Rasulullah menceritakan tentang sosok istri seorang pencari kayu bakar yang
menjadi ahli surga, karena perlakuannya terhadap suaminya. Ketika ditanyakan
apa yang telah dia lakukan, wanita itu berkata :
Apabila suamiku pergi mencari kayu bakar aku merasakan
betapa beratnya ia mencari nafkah.
Aku merasakan betapa ia haus di pegunungan. Untuk itulah
setiap ia pulang, aku selalu menyediakan air dingin yang langsung diminumnya
begitu ia pulang.
Aku menyusun dan mengatur rumah serapi mungkin.
Aku menyediakan makan untuknya.
Aku memakai pakaian terbaik yang aku miliki untuk menyambut
kedatangannya.
Saat masuk rumah, aku menciumnya penuh kerinduan.
Aku serahkan jiwa ragaku untuknya.
Aku menyiapkan tempat jika ia ingin beristirahat dan aku
selalu berada di dekatnya, sehingga setiap saat jika ia menginginkanku aku ada
disampingnya.
Sahabat Muslimah yang selalu optimis, mungkin terasa berat
jika kita membayangkan seluruhnya harus dipraktek-kan hari ini juga, atau satu
paket sekaligus.
Jelas lebih berat, karenanya akan terasa ringan jika coba
kita wujudkan satu persatu, bertahap, dan lama-lama akan menjadi kebiasaan.
Tentu tidak semudah yang kita bayangkan, terkadang ada
anak-anak yang meradang untuk diperhatikan. Mari hayati semua sebagai bagian
dari upaya memperoleh kemuliaan.
Kamis, 31 Agustus 2017
ANDAI ANDAI JEME BESEMAH PAGARALAM "JAMBU MBAK KULAK"
VERSI 3 LI BEDA NARASINYE SAJE AME ALUR CERITENYE MASIH SAME
JAMBU MBAK KULAK
KUCING njawab :"Tikusss !!!", kate Kucing sambil mate tebelit, mane aku la lame dek
makan Tikus.
TIKUS :"aku dindak dimakan Kucing, aku galak merereh Tandan" kate Tikus.
Tuape makne dibalik andai andai jambu mbak kulak, itula kondisi Republik saat ini, jambu bak kulak diibaratka dana APBN, APBD atau Proyek yang begitu tekinak li Tupai lupe nga janji, la ngunam dek ninge agi, Peteri minta simbol sandi rakyat nde minta pertolongan, ternyate la bekait "kawan gale", ngguk la betemu ng Kucing Kurap, maaf kalu diumpamenka nga KPK tukang berantas korupsi yang buas aus nengagh ade Tikus, awak tu kebelian ndie mangke ditawaki.
JAMBU MBAK KULAK
La lame dide te aning. Ade Peteri
"Puteri" due berading, ngibal ncakagh batan pajohan, kebetulan lewat
kebun nghumah raje tekinak nga jambu besak ade mbak kulak, takaran beghas jaman
dikale se kulak 2,5 kilu beghas. Adinge Peteri la titik'an liugh saje nginak
jambu la ipung li ka masak'e, Peteri ndare cakagh kemughu kandek njuluk jambu
dek tetemu, ndak di naik'i bukan gawe betine, nak mintak tulung dek bebadah
mintak tulung. Nah ade tekinak nga Tupai melelumpat dibatang niugh damping
jambu, tejadilah dialog "negosiasi" antare Peteri nga Tupai.
PETERI :"Tupai, galak ngambekka jambu
adingku", Peteri bekendak nga Tupai.
TUPAI :"mane die ?, kate Tupai. Sate
tekinakTupai langsung melompat terus
ngunam nyengut jambu dek teghingat agi nga pesan Peteri, tambah
dipantau tambah ningalan saje, kelemak'an makan jambu.
ngunam nyengut jambu dek teghingat agi nga pesan Peteri, tambah
dipantau tambah ningalan saje, kelemak'an makan jambu.
Peteri due berading bejalan ninggalka Tupai, dipejalanan betemu Sampit.
PETERI :"Sampit, galak nyampit Tupai,
Tupai dindak mbalikka jambu adingku"
kate Peteri mintak tolong nga sampit.
kate Peteri mintak tolong nga sampit.
SAMPIT :"ndak, kami kawan" kater
Sampit luk adak.
Peteri due berading ngulang bejalan agi, betemu nga puntung.
PETERI :"Puntung, galak menggal Sampit,
Sampit dindak nyampit Tupai, Tupai
dindak mbalikka jambu adingku, kater Peteri nga Puntung.
dindak mbalikka jambu adingku, kater Peteri nga Puntung.
PUNTUNG :"ndak kami kawan" kate
Puntung,
Peteri due berading neruska pejalanan betemu nga Api.
PETERI :"Api, galak nyilap Puntung,
Puntung dindak mbagal Sampit, Sampit
dindak nyampit Tupai, Tupai dindak mbalikka jambu adingku.
dindak nyampit Tupai, Tupai dindak mbalikka jambu adingku.
API :"ndak, kami kawan" kate Api
nimbali Peteri,
Peteri nga ading terus bejalan, betemu nga Ayik.
PETERI :"ayik, galak nyiram Api, Api
dindak nyilap Puntung, Puntung dindak
mbagal Sampit, Sampit dindak nyampit Tupai, Tupai dindak mbalikka
jambu adingku.
mbagal Sampit, Sampit dindak nyampit Tupai, Tupai dindak mbalikka
jambu adingku.
AYIK :"ndak, kami kawan" kate Ayek
nga Peteri,
terus bejalan agi betemu nga Gunung.
PETERI :"Gunung, galak ngempang Ayik,
Ayik dindak nyiram Api, Api dindak
nyilap Puntung, Puntung dindak Menggal Sampit, Sampit dindak nyampit
Tupai, Tupai dindak mbalikka jambu adingku.
nyilap Puntung, Puntung dindak Menggal Sampit, Sampit dindak nyampit
Tupai, Tupai dindak mbalikka jambu adingku.
GUNUNG :"ndak, kami kawan",
Peteri
due barading terus agi bejalan betemu nga Kebau jalang betanduk panjang.
PETERI :"Kebau, galak nggempur Gunung,
Gunung dindak ngempang Ayik, Ayik
dindak nyirami Api, Api dindak nyilap Puntung, Puntung dindak menggal
Sampit, Sampit dindak nyampit Tupai, Tupai dindak mbalikka jambu
adingku.
dindak nyirami Api, Api dindak nyilap Puntung, Puntung dindak menggal
Sampit, Sampit dindak nyampit Tupai, Tupai dindak mbalikka jambu
adingku.
KEBAU :"ndak, kami kawan" kate Kebau
semegi timbale,
ngulang bejalan agi betemu nga tandak sandi bawak Kebau.
PETERI :"Tandan bawak, galak mungguk
Kebau, Kebau dindak gempur Gunung,
Gunung dindak ngempang Ayik, Ayik dindak nyirami Api, Api dindak
nyilap Puntung, Putung dindak menggal Sampit, Sampit dindak nyampit
Tupai, Tupai dindak mbalika jambu adingku.
Gunung dindak ngempang Ayik, Ayik dindak nyirami Api, Api dindak
nyilap Puntung, Putung dindak menggal Sampit, Sampit dindak nyampit
Tupai, Tupai dindak mbalika jambu adingku.
TANDAN :"ndak, kami kawan",
bejalan
agi betemu nga Tikus.
PETERI :"Tikus, galak mererek Tandan
bawak, Tandang dindak mungguk Kebau,
Kebau dindak gempur Gunung, Gunung dindak ngempang Ayik, Ayik
dindak nyiram Api, Api dindak nyilap Puntung, Puntung dindak menggal
Sampit, Sampit dindak nyampit Tupai, Tupai dindak mbalikka jambu
adingku.
Kebau dindak gempur Gunung, Gunung dindak ngempang Ayik, Ayik
dindak nyiram Api, Api dindak nyilap Puntung, Puntung dindak menggal
Sampit, Sampit dindak nyampit Tupai, Tupai dindak mbalikka jambu
adingku.
Dengan tanpa perasaan putus asa dan bgerkecil
hati, mereka meneruskan perjalanan dengan harapan ada yang bisa memberikan
bantuan kepada adiknya yang terus merengek minta diambilkan jambu mbak kulak.
Dan betemula nga Kucing Kurap, badan kughus keghing la lame dek makan.
PETERI :"Kucing, galak makan Tikus, Tikus
dindak merereh Tandang, Tandang
dindak mungguk Kebau, Kebau dindak gempur Gunung, Gunung dindak
ngempang Ayik, Ayik dindak nyiram Api, Api dindak nyilap Puntung,
Puntung dindak menggal Smpit, Sampit dindak nyampit Tupai, Tupai
dindak mbalikka jambu adingku.
dindak mungguk Kebau, Kebau dindak gempur Gunung, Gunung dindak
ngempang Ayik, Ayik dindak nyiram Api, Api dindak nyilap Puntung,
Puntung dindak menggal Smpit, Sampit dindak nyampit Tupai, Tupai
dindak mbalikka jambu adingku.
KUCING njawab :"Tikusss !!!", kate Kucing sambil mate tebelit, mane aku la lame dek
makan Tikus.
TIKUS :"aku dindak dimakan Kucing, aku galak merereh Tandan" kate Tikus.
TANDAN :"aku dindak dimakan Tikus, aku galak mungguk Kebau". kate
Tandan
KEBAU :"aku dindak dipungguk li Tandan, aku galak gempur Gunung"
GUNUNG :"aku dindak digempur Kebau, aku galak ngempang Ayik"
AYIK :"aku dindak diempang Gunung, aku galak nyirami Api"
API :"aku dindak disiram Ayik, aku galak nyilap Puntung"
PUNTUNG :"aku dindak disilap Api, aku galak menggal Sampit"
SAMPIT :"aku dindak dipenggal Puntung, aku galak nyampit Tupai"
TUPAI :"aku dindak disampit li Sampit, aku galak mbalikka jambu ading Peteri.
KEBAU :"aku dindak dipungguk li Tandan, aku galak gempur Gunung"
GUNUNG :"aku dindak digempur Kebau, aku galak ngempang Ayik"
AYIK :"aku dindak diempang Gunung, aku galak nyirami Api"
API :"aku dindak disiram Ayik, aku galak nyilap Puntung"
PUNTUNG :"aku dindak disilap Api, aku galak menggal Sampit"
SAMPIT :"aku dindak dipenggal Puntung, aku galak nyampit Tupai"
TUPAI :"aku dindak disampit li Sampit, aku galak mbalikka jambu ading Peteri.
Sate dikinak'i jambu mbak kulak tadi tinggal
sejungut sise Tupai.
Tuape makne dibalik andai andai jambu mbak kulak, itula kondisi Republik saat ini, jambu bak kulak diibaratka dana APBN, APBD atau Proyek yang begitu tekinak li Tupai lupe nga janji, la ngunam dek ninge agi, Peteri minta simbol sandi rakyat nde minta pertolongan, ternyate la bekait "kawan gale", ngguk la betemu ng Kucing Kurap, maaf kalu diumpamenka nga KPK tukang berantas korupsi yang buas aus nengagh ade Tikus, awak tu kebelian ndie mangke ditawaki.
Nah Tikus nian, nga Tikus Kantor bedasi gawehe
semegi nggerogoti tuape ne pacak digerogoti, pacak'ane gi merusak tulah, itulah
kondisi badah kite Pagaralam dibadah lain semegi saje, sate diusut korupsi
harte kekayaan disita tigha sejungut karne melalui proses panjang.
Minggu, 18 Juni 2017
ANDAI ANDAI JEME BESEMAH PAGAR ALAM "TIVI TEKE RIMUT"
CERITE SANDI
TANAH BESEMAH
TIPI TEKE
RIMUT
karya : RD Kedum
Pagiantu pasar Simpang Empat katah
raminye. Jeme, mubel, mutor, bicak singgenye saincet. Maklumlah amu ndak riaye
jeme sandi dusun, talang, kebun, ke pasar gale. Jeme bejualani singgenye lok
ghuleh mainan saje. katah anjame. Tuape banyak untong, terutame tukang barot
ngah ruti-ruti ndek isi gelok.
“Ayo ibong, mamak, barot alap! Murah! Cucuok ngah selire jeme kite!!! Tebal, alap, murahpule!” Kate jeme Padang bejualan di pingger jalan. Camughak barotetu. Ade ndek kuneng, abang, ijang, itam.
Maklum jeme kiteni, jarang ke pasar.
Ke pasar sesekalitu, mburong. Singgenye tuape dijual jeme dibeli gale. Ape agi
rege kawe dang naek pule. Prinsip’e umpung duit ade, kawe berege, kebile
agi..melandekahnya. Beli sugus, mbeli ayek urson, makan misoh, kerupok, ngah
es. Ew, dide ndak masok ke warung ige, pingger jalantulah. Bekecikes.
Nah, ceritenyeni Udin makitulah pule.
Dieni mpai udem jual kawe. Dek diket, empat ton!! Maklum dang mutegh agung.
Dalam pikiran Udini, nak lebarani jeme pasti rami di ghumahe. Mangke lemak reramian ndak mbeli tipi. Anye nak masok ke tukoh tipitu, akuni perlu besepatu. Mangke Cinetu dide ujokan naekah rege sekendak’e. Kele kicekahnya akuni jeme sandi duson. Pikir Udin.
Dekade..mpok kukot lok bagong (itam, kasar, kapalan), petame ndek dibelinyeni sepatu. Dipilehlah sepatu itam mengkilat. Lah ngengikak saja dieni bejalan ngijekah sepatu mpai tu. Takut benagh kalu teghijak ngah jeme banyak. Kata ghapate dieni minggir li ndak ngelap sepatu alapetu, bebarot kecek segitan kain bininye, dilepate luk sapu tangan.
Sambel nyimpol peloh, akhire Udini
sampai ke rare’an tukoh tip, radioh, tipi, ngah pita. Langsung diancap’e ngah
anak buah di tokohtu.
“Tuape di cakagh Mak (mamak=mamang). Pecak’e ndak mburong kamuni Mang eh..lain nian amu jeme beduetni” Kate anak buah Cinetu ngujok. Ape agi nginak Udin kincah’e luk tairan, ngijekah sepatu.
Sambel nggihem, Udin ni cecingal dek langsung nimbal. Dagunyeni naek diket, mangke kin’an lok jeme agong.
“Hei! Akuni ndak cakagh tipi…mirek
ndek alap, besak pule”
“Oii…au Mang, sini Mang…masok. Nah..ini ade ndek besak libagh, ndek ini adenge agi, nah ndek ini adenge agi..tekecek. Mirek’e macam-macam Mang..nah..ini pulitrun, ndek ini sap, ndek ini panasunek, il ji, ..tinggal pilih”
“Oii…au Mang, sini Mang…masok. Nah..ini ade ndek besak libagh, ndek ini adenge agi, nah ndek ini adenge agi..tekecek. Mirek’e macam-macam Mang..nah..ini pulitrun, ndek ini sap, ndek ini panasunek, il ji, ..tinggal pilih”
“He’eh…mirek ndek paleng alap, ndek
paleng mpai, ndek mane?” Kate Udin lok jeme calak benagh. Padahal sijad uruf
die dek tau mbacenye.
“Ini Mak…mpai datang tini kemaghi..” Kate anak buah cinetu nunjuk mirek sap, besak, libagh, datagh luk kace.
“Nah, kite idupkah kudai….”
Jreng..jreng…ljreng….idup.
“Cacam!! Kah besak’e” Udin tekanjat, tepundor. Ase kah ditegok tipi.
“Way…Way…way…kah besak pule tini…antahku dek jauh ngah dindeng gumah kami tini. Cacaaaaam….aseku pacak luk di biskop amu nunton di ghumah” Dalam hati Udin, mate tebelet.
“Nah..Mak…amu
ndak segah nginak gambar’e, kamutu mbeli ndek besak nilah. Kinak’ilah nah
jemenye..luk bukan gambar. Kamu tinggal dudok. Picet-picet sandi jauh..muncol
gambare”
“Auuu….’”Kate Udinni luk kah tekatew. Dalam ati dieni bepikir”Antahku..melungok gale jeme seduson nginak tipi besak”
“Beghape deng rege tipi ndek ini..” kate Udin lah dek sabar. Ase ndak diangkute makinilah.
“Murah Mak, gi 29 juta..” Kate anak buah Cinetu semangat.
“Dek tahu kurang? Jadilah pule selawi juta” Kate Udin. Awak dalam hati empok 39 juta maseh kah dibelinye. Mangke pacak ngampok ngah jeme di dusonne.
“Oii jadi Mang, ambeklah..pelaresan. Murah tini Mak..…teke rimut” Kate anak buah cine tu.
“Auuu….’”Kate Udinni luk kah tekatew. Dalam ati dieni bepikir”Antahku..melungok gale jeme seduson nginak tipi besak”
“Beghape deng rege tipi ndek ini..” kate Udin lah dek sabar. Ase ndak diangkute makinilah.
“Murah Mak, gi 29 juta..” Kate anak buah Cinetu semangat.
“Dek tahu kurang? Jadilah pule selawi juta” Kate Udin. Awak dalam hati empok 39 juta maseh kah dibelinye. Mangke pacak ngampok ngah jeme di dusonne.
“Oii jadi Mang, ambeklah..pelaresan. Murah tini Mak..…teke rimut” Kate anak buah cine tu.
“He’’?
Tekerimut?” Udin pagean.
“Au Mang..tekerimut gale tipi kami ni”
“Ndek dide tekerimut ade?” Kate Udin agi.
“Oii..dide bediye. Tekerimut gale..tipi kite. Ndek itu jaman dulu Mak…”
“Aii…amu luk itu ude, aku urung mbelinye. Aku ndak cakagh ndek alap”
“Lah mang alap tini. Alap, besak, datagh…”
“Mane pule kapoh tekerimut”
“Au Mang..tekerimut gale tipi kami ni”
“Ndek dide tekerimut ade?” Kate Udin agi.
“Oii..dide bediye. Tekerimut gale..tipi kite. Ndek itu jaman dulu Mak…”
“Aii…amu luk itu ude, aku urung mbelinye. Aku ndak cakagh ndek alap”
“Lah mang alap tini. Alap, besak, datagh…”
“Mane pule kapoh tekerimut”
“Adak auu Mak,
teke rimut gale tipi makini…”
“Nah ape kateku. Dek kah dege benagh kapoh. Duetku abes, tipi tekerimut” Udin langsong keluagh sandi tukoh Chinetu sambel bengangam.
“Manciane aku bange..tingak..majoh taiiii…kapoh nak dijuali tipi tekerimut. Kusembeleh nian kele Chinetu. Dengkek ni. Kate Udin ngengincat ngijekah sepatu alap
“Nah ape kateku. Dek kah dege benagh kapoh. Duetku abes, tipi tekerimut” Udin langsong keluagh sandi tukoh Chinetu sambel bengangam.
“Manciane aku bange..tingak..majoh taiiii…kapoh nak dijuali tipi tekerimut. Kusembeleh nian kele Chinetu. Dengkek ni. Kate Udin ngengincat ngijekah sepatu alap
Kamis, 18 Mei 2017
ANDAI ANDAI BESEMAH PAGARALAM "JAMBU MBAK KULAK"
VERSI 2
LI BEDA NARASINYE SAJE AME ALUR CERITENYE MASIH SAME NEK INI BANYAK BASE INDONESIA-EE
"JAMBU MBAK KULAK"
LI BEDA NARASINYE SAJE AME ALUR CERITENYE MASIH SAME NEK INI BANYAK BASE INDONESIA-EE
"JAMBU MBAK KULAK"
Suatu hari ada
dua orang kakak beradik sedang berjalan di hutan. Tiba-tiba sang adik melihat
sebuah jambu mbak kulak (sebesar gentong). Sang adik pun ingin jambu itu.
"Kak,
ambilkah jambu itu," ucap adik pada kakak.
Sang kakak
bingung karena ia tidak bisa memanjat. Kemudian ia melihat tupai.
Kakak berkata
pada tupai, "Tupai, tolong aku. Tolong ambilkan jambu adikku."
Tupai berkata,
"Oke. Di mane jambunye ?"
Mereka pun pergi
ke pohon jambu.
"Oke, aku
ambilkan," kata tupai.
Setelah tupai
naik pohon, tupai malah memakan jambu itu sedikit-sedikit.
"Enaakkk,"
kata tupai.
Sang adik
menangis, karena tupai sedang memakan jambu mbak kulaknya.
"Tupai,
kembalikan jambu adikku," perintah kakak.
"Siniii.
Ambil sendiri," ucap Tupai dengan sombong sambil makan jambu.
Sang kakak dan
adik pun pergi. Kemudian bertemu dengan sumpit.
Kakak berkata, "Oi sumpit,
tolong aku. Tolong kami, sumpit tupai. Tupai nindak kembalikan jambu
adikku."
"Ndak ai..
Kami kawan," jawab sumpit sambil berlalu.
Sang adik makin
menangis. Kakak pun kebingungan. Kemudian mereka berjalan lagi dan bertemu
Puntung (Kayu Bakar).
"Oi puntung,
tolong aku. Tolong bagur (pukul) sumpit. Sumpit nindak nyumpit tupai. Tupai
nindak balikkan jambu adikku," pinta kakak.
"Nindak ai.
Kami kawan," jawab puntung dengan sombong.
Adik kian
menangis. Kemudian mereka berjalan lagi dan bertemu dengan api. Tanpa putus asa
sang kakak berusaha meminta bantuan.
"Oi api,
tolong aku. Tolong bakar puntung. Puntung nindak bagur sumpit. Sumpit nindak
nyumpit tupai. Tupai nindak balikkan jambu adikku."
"Nindak
aiii.. Kami kawan," jawab api.
Adik dan kakak
ini kian bingung. Mereka nyaris putus asa. Namun, di jalan mereka menemukan air
sungai. Lalu, sang kakak berkata lagi hal yang sama pada sungai.
Oi
ayek tulung aku. Tulung kamu padamkan api, api nindak bakar puntung, puntung
nindak bagur sumpit, sumpit nindak nyumpit tupai, tupai nindak balikkah jambu
adikku, ” kata kakak. ” Nggup ai. kami kawan, ” jawab ayek.
Kemudian
adik kakak itu berjalan lagi dan bertemu gunung. ” Oi gunung tolong aku. Tolong
kamu hempas ayek. Ayek nindak padamkah api. Api nindak bakar puntung. puntung
nindak bagur sumpit nindak nyumpit tupai.Tupai nindak balikkah jambu
adikku,”ujar kakak.”Enggup, kami kawan,”jawab gunung.
Kemudian,
mereka berjalan lagi.lalu bertemu dengan seekor kerbau besar. sang kakak
langsung berkata,”oi kerbau tolong aku. tolong kamu suntur gunung. Gunung
nindak hempas ayek. ayek nindak padamkah api. Api nindak bakar puntung.puntung
nindak bagur sumpit.sumpit nindak nyumpit tupai. Tupai nindak balikkah jambu
adikku,”minta sang kakak, sementara sang adik masih menangis.”Enggup ai. Kami
kawan,”jawab kerbau sambil makan rumput.
sang
adik pun semakin jadi menangis. Kakak kebingungan. Kemudian mereka melihat tali
sedang mengikat pohon. Kakak berkata,”oi taliii tulung aku. Tolong kamu kebat
kerbau. Kerbau nindak nyuntur gunung. Gunung nindak ngempas ayek. Ayek nindak
madamkah api. Api nindak bakar puntung. Puntung nindak bagur sumpit. Sumpit
nindak nyumpit tupai. Tupai nindak balikkah jambu adingku,”minta kakak penuh
harap.
Tali
merasa iba melihat si adik dan tali juga benci dengan kerbau. Kemudian tali
menjawab,”au, aku tolong. Dimane kerbaunye ?,” tanya tali. Sang kakak sangat
senang dan bergegas menunjukan dimana kerbau. “Disane,”kata kakak sambil
menunjuk kerbau.
“Kerbau
sini kaba. Kuikat. Kaba nindak nyuntur gunung,”teriak tali sambil berlari ke arah
kerbau dan segera mengikat kerbau.”Oiii au au. Ampun tali jangan kebat aku. Au
aku suntur gunung. Dimane gunungnye ?,” tanya kerbau.Disane jawab sang kakak
menunjuk gunung. Si kerbau langsung ngamuk, berlari menuju gunung. Gunuuung
kusuntur kaba . Kaba nindak ngempas ayek,” teriak kerbau. Kerbau menyuntur
gunung. kemudian gunung berkata ” ampun kerbau jangan suntur aku. au aku empas
ayek. dimane ayeknye?,” tanya gunung. Kemudian sang kakak menunjukkan
dimana ayeknya. Gunung langsung merah dan bersiap menghempas ayek. ” Ayek.
kuhempas kaba. Kaba nindak madamkah api,” teriak gunung.
Mengetahui
gunung hendak menghempasnya, ayek ketakutan dan langsung menjawab dengan
gugupau nung. Jangan hempas aku nung. Au aku padangkah api. Tolong jangan
hempas aku. Dimane apinye,?” tanye ayek. Sang kakak menunjukkan dimana api.
Terlihat api sedang santai sambil membakar sampah. ” Api. Kupadamkah kamu
nindak bakar puntung,” teriak ayek sambil membuat pusaran bersiap memadamkan
api.
Api
langsung kaget mendengar suara ayek. Tidak biasanya ayek semarah ini dengan
api. Api langsung lari dan ayek mengejar ayek hingga kedalam hutan. ”
Tolong-tolong,” teriak api. ” Au aku bakar puntung. Anye tolong jangan padamkah
aku, ” pinta api. ” Disane, ” jawab kakak. Api langsung menjalar kepuntung. ”
Kubakar kau puntung maaf nian puntung aku nindak dipadamkah ayek, ” teriak api.
Puntung kaget api mendekat dengannya dengan api yang terpanas. ” jadi arang kau
puntung, kau nindak bagur sumpit, ” teriak api.
“Jangaaan.
Au jangan pi, jangan bakar aku tolong. Au aku galak bagur sumpit. Anye jangan
bakar aku, ” minta puntung dengan penuh harapan. Puntung pun bergegas mencari
sumpit. Terlihat sumpit sedang asik menyumpit mie. Puntung mengejarnya,
“sumpit. Disini kaba. Kubagur kaba. Kaba nindak nyumpit tupai,” teriak puntung.
Sumpit
kaget melihat puntung, ” aaargh. Jangan bagur aku puntung. Au aku galak nyumpit
tupai anye jangan bagur aku, ” minta sumpit sambil berdiri dimangkok. Sumpit
pun langsung meencari tupai. Terlihat tupai sedang asik makan jambu si adik. ”
Tupai. Kusumpit kaba. Amu nindak balekkah jambu adik tu,” teriak sumpit dengan
cuek.
Tupai menjawab “au nah. Ambillah jambunye,” kata tupai sambil memberikan
jambu ke adik.
Akhirnya
adik bisa makan jambu. namun ternyata ambunya tinggal sedikit.. padahal tadi
jambunya mbak kulak. adik pun tetap memakan jambu itu.
Langganan:
Postingan (Atom)































