Selasa, 20 Februari 2018

Berita Adalah, Jenis Jenis Berita, Nilai Sebuah Berita


BERITA

     A.    Pengertian Berita
            Berita ialah laporan terkini tentang fakta atau pendapat yang penting atau menarik bagi khalayak dan disebarluaskan melalui media massa. Sebuah contoh klasik, “seekor anjing menggigit manusia, itu biasa, tetapi manusia menggigit seekor anjing itu, itu baru berita.
         Walaupun contoh di atas terkesan mengada ada namun makna penting dari contoh di atas ialah suatu fakta yang biasa-biasa saja atau sesuatu yang sudah lumrah terjadi kurang menarik perhatian orang pembaca, penonton atau pendengar.
         Ada pula sebuah pernyataan sederhana yaitu, sebuah berita sudah pasti sebuah informasi, tetapi sebuah informasi belum tentu sebuah berita. Hal itu karena informasi baru dapat dikatakan berita apabila informasi itu memiliki unsur-unsur yang mempunyai ‘Nilai Berita’ atau nilai jurnalistik dan disebarluaskan kepada khalayak.
            Sesungguhnya berita adalah hasil rekonstruksi tertulis dari realitas sosial yang terdapat dalam kehidupan. Itulah sebabnya ada orang yang beranggapan bahwa penulisan berita lebih merupakan pekerjaan merekonstruksikan realitas sosial ketimbang gambaran dari realitas itu sendiri.

·        Pengertian Berita Menurut Para Ahli
Menurut,  M. Atar Semi (1995 : 11), berita adalah cerita atau laporan mengenai kejadian atau peristiwa yang faktual yang baru dan luar biasa sifatnya. Hal yang paling utama adalah sifat yang luar biasa yang mesti dimiliki oleh peristiwa atau kehidupan yang bisa dipandang sebagai berita. Rumusan ini, hendak mengatakan bahwa berita adalah peristiwa atau kehidupan yang benar-benar terjadi dalam waktu yang baru, mempunyai kejutan, memenuhi hasrat keingintahuan orang banyak, dan terjadi diluar kebiasaan.
Adapaun pengertian berita menurut Dja’far H. Assegaf (1991:24) adalah laporan tentang fakta atau ide yang terkini, yang dipilih staf redaksi atau harian untuk disiarkan, yang dapat menarik perhatian pembaca, entah karena luar biasa, pentignya atau akibatnya, entah pula karena mencakup segi human interes seperti humor, emosi, dan ketegangan.
W.J.S. Purwadarminta berpendapat bahwa berita adalah laporan tentang satu kejadian yang terbaru. Berita juga dapat didefinisikan sebagai informasi baru tentang kejadian yang baru, penting, dan bermakna, yang berpengaruh pada para pendengarnya serta relevan dan layak dinikmati oleh mereka (Helena, 2007: 25).

            Sementara itu menurut Masri (2008: 58), berita adalah:
1.      Suatu peristiwa atau kejadian yang tidak lazim (luar biasa)
2.      Peristiwa yang biasa, namun dilakukan atau dialami orang yang
         tidak biasa
3.      Suatu peristiwa yang tampak paradoksal (bertentangan)
4.      Hal biasa, namun tidak mencelikkan mata banyak orang
5.      Sesuatu yang penting
6.      Sesuatu yang genting
7.      Sesuatu yang menyentak
8.      sesuatu yang menyenangkan
9.      sesuatu yang membahayakan
10.    sesuatu tragedi yang menyentuh rasa kemanusiaan
11.    dan lain-lain yang dianggap perlu diketahui, yang menarik, dan
         berkaitan dengan kepentingan pembaca.

            Jadi dapat dikatakan bahwa tidak semua yang tertulis dalam surat kabar atau majalah bisa disebut sebagai berita. Iklan dan resep masakan tidak bisa disebut berita, yang disebut berita adalah laporan tentang sebuah peristiwa. Dengan perkataan lain, sebuah peristiwa tidak akan pernah menjadi berita bila peristiwa tersebut tidak dilaporkan.
            Dari beberapa definisi atau batasan tentang berita itu, pada prinsipnya ada beberapa unsur penting yang harus diperhatikan dari definisi tersebut, yakni :
1.      Laporan
2.       Kejadian/peristiwa/pendapat yang menarik dan penting
3.      Disajikan secepat mungkin (terikat oleh waktu)

     B.    Berita dalam Media Massa
            Barangkali ada masyarakat yang memandang bahwa dalam surat kabar yang ada hanya berita. Pandangan seperti itu tentu keliru, karena surat kabar tidak saja memuat berita. Dalam surat kabar, selain memuat berita juga dimuat opini dan materi non-jurnalistik seperti iklan, cerpen, dan teka-teki
            Kalau dipilah secara fisik, bentuk materi jurnalistik dalam media massa dapat dibagi menjadi dua kategori, yakni kategori berita dan kategori pendapat atau opini. Bentuk materi jurnalistik yang tergolong kategori berita adalah berita langsung, reportase, dan feature. Kemudian, bentuk materi jurnalistik yang tergolong kategori pendapat atau opini adalah tajuk rencana, artikel, dan kolom.
            Dalam buku-buku jurnalistik, secara jelas dibedakan bahwa jurnalistik itu adalah bentuk kegiatan kewartawanan dan isi dari media massa, sedangkan pers adalah media massa tempat jurnalistik itu disalurkan.

     C.     Jenis Berita Secara Umum

  Ø Straight News (sering juga disebut hard news)
        Laporan kejadian-kejadian terbaru yang mengandung unsur penting dan menarik, tanpa mengandung pendapat-pendapat penulis berita. Straight news harus ringkas, singkat dalam pelaporannya, namun tetap tidak mengabaikan kelengkapan data dan objektivitas.

  Ø Soft News (sering disebut juga feature)
       Berita-berita yang menyangkut kemanusiaan serta menarik banyak orang termasuk kisah-ksiah jenaka, lust (menyangkut nafsu birahi manusia), keanehan (oddity).

  Ø Feature (berita kisah),
     Yaitu berita yang disajikan dalam bentuk yang menarik, menggunakan pelacak latar belakang suatu peristiwa dan dituturkan dengan gaya bahasa yang menyentuh perasaan.

  Ø Reportase
         Yaitu Jenis laporan ini merupakan laporan kejadian (berdasarkan pengamat dan sumber tulisan), serta mengutamakan rasa keingintahuan pembaca.

     D.    Nilai Berita
            Yurnaldi (1992:37) menyebut nilai berita dengan kelayakan berita. Menurutnya, secara umum realita yang layak dijadikan informasi harus mengandung satu atau lebih unsur kelayakan, yaitu :
a.       Penting yaitu realitas yang bisa mempengaruhi orang banyak
b.      Besar yaitu realitas yang mengandung angka–angka (jumlah/ukuran) yang bermakna bagi pembaca
c.       Waktu yakni realitas yang menyangkut sesuatu yang baru terjadi/baru ditemukan
d.      Dekat yakni relitas yang terdapat/terjadi dengan pembaca baik secara geografis maupun emosional
e.       Tenar yaitu realitas yang menyangkut orang – orang atau sesuatu yang terkenal atau dikenal pembaca
f.       Manusiawi yaitu realitas yang dapat memberikan sentuhan pada perasaan hatu/emosi pembaca.

a)    Bentuk Piramida terbalik; dalam penulisan berita dimulai atau diawali dari berita yang dianggap paling penting, setelah itu diikuti hal- hal yang kurang penting. Bentuk ini sering dipakai untuk menulis berita- berita langsung (straight news). Bagian paling penting dituangkan dalam lead atau alinea pertama berita.
b)     Bentuk Piramida tegak; penulisan berita diawali dari hal- hal yang kurang penting, kemudian diikuti ke hal- hal yang semakin lama semakin penting.
c)   Bentuk Pararel; penulisan berita ini antara alinea- alinea awal, pertengahan hingga akhir dianggap memiliki bobot yang tidak jauh berbeda.
d)   Bentuk Kronologis; penulisan bentuk ini memaparkan informasi secara berurutan.
Antara alinea awal, pertengahan sampai akhir berita merupakan proses waktu atau peristiwa yang sulit untuk dipisahkan.

       F.     Proses Menulis Berita
a).       Fact Organizing yaitu pengorganisasian/pengumpulan fakta Apakah itu hasil interview, kejadian langsung, ataupun menggunakan data- data tertulis yang telah tersedia.
b).   Lead Decission yaitu penentuan lead untuk teras berita. Ingat, gagal menentukan lead, bisa berarti gagal menulis berita.
c).   Word selection yaitu pemilihan kata- kata yang cocok, untuk mendukung penulisan berita, usahakan alur yang runtut, jangan melompat- lompat sehingga dapat mengganggu pemahaman pembaca.

1.    Nama
2.    Kata Asin
3.    Atribusi + Nama
4.    Usia
5.    Kutipan atau Kalimat Langsung
6.    Singkatan
7.    Simbol
8.    Tanda Baca
9.    Penulisan Angka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

give me your opinion, coment and other, terima kasih sudah berkunjung, bagi yang tersesat, aku senang anda tersesat hee