Senin, 19 Februari 2018

ISTIDRAJ "TIDAK/ JARANG SHALAT, TIDAK / JARANG PUASA, TIDAK / JARANG SEDEKAH, SERING MAKSIAT NAMUN REZEKI MENGKILAT DAN MENGALIR DERAS, LANCAR TANPA HAMBATAN"






Istidraj Adalah Ketika seseorang diberi nikmat berupa rizki yang melimpah, kesenangan hidup, kesehatan yang terus menerus, panjang umur dan sebagainya. Namun dengan nikmat tersebut dia semakin jauh dengan Allah SWT.

Istidraj adalah nikmat yang diberikan Allah kepada seorang hamba agar membuatnya semakin jauh dari Allah. Nikmat dunia yang disegerakan namun adzabnya dikemudiankan.

Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan amal perbuatan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Merekalah orang-orang yang di akhirat (kelak) tidak akan memperoleh (balasan) kecuali neraka dan lenyaplah apa (amal kebaikan) yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka lakukan” (QS Huud: 15-16).

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam yang bersabda: “Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuannya maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kefakiran (kemiskinan) menghantui kedua matanya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niatnya maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya)

Istidraj : Mereka adalah orang2 yang sangat takut miskin mereka takut hartanya akan habis jika disedekahkan.

“Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui,” (QS. Al-Baqarah : 268)”

Istidraj : Mereka berpikir dan memiliki pandangan sendiri tentang definisi miskin, padahal Miskin itu bukan aib, miskin itu bukan sesuatu yg tercela, miskin juga bukan kutukan Itu merupakan bagian dari sunnatullah. 

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar” (Al-Baqarah: 155)

sudah menjadi ketetapan Allah bahwa seorang mukmin yang beriman, seorang yang shaleh akan diuji keimanannya akan diuji keshalehannya, yaitu dengan sedikit rasa khawatir dan kekurangan harta.

karena Allah senang ketika seorang hamba sering berdo'a dan menangis meminta ampunan padaNya, karena Allah ingin sang hamba datang kembali padaNya dengan merendah. Ujian itu adalah salah satu bentuk perhatian Allah kepada hambaNya dan ujian itu diberikan sesuai dengan kemampuan dan kesanggupan hambaNya.

Istidraj : Mereka juga sangat takut kehilangan pujian dari manusia padahal pujian manusia adalah seburuk-buruk pujian.
Dari Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan bahwa ada orang yang memuji temannya yang ada disamping Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Celakalah engkau, kau telah menggorok leher saudaramu. Kau telah meggorok leher saudaramu!”.
Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar ada orang yang memuji saudaranya dengan sangat berlebihan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Kalian telah mematahkan punggung saudara kalian (kalian telah membinasakannya).” [HR. Bukhari Muslim ).
Ibnu ‘Ajibah mengatakan, “Janganlah engkau tertipu dengan pujian orang lain yang menghampirimu. Sesungguhnya mereka yang memuji tidaklah mengetahui dirimu sendiri kecuali yang nampak saja bagi mereka. Sedangkan engkau sendiri yang mengetahui isi hatimu.

Ada ulama yang mengatakan, “Barangsiapa yang begitu girang dengan pujian manusia, syaithon pun akan merasuk dalam hatinya.”  (Lihat Iqozhul Himam Syarh Matn Al Hikam, Ibnu ‘Ajibah, hal. 159, Mawqi’ Al Qaroq, Asy Syamilah)

semoga  kita tidak termasuk orang-orang seperti itu, semoga Allah masih memberikan rahmat-Nya kepada kita, amin


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

give me your opinion, coment and other, terima kasih sudah berkunjung, bagi yang tersesat, aku senang anda tersesat hee